Kamis, Januari 24, 2013

Andai Dia Tahu

Yogyakarta, 3 Desember 2012
 Andai

Tik... tok... tik... tok... tik... tok
Andai masa itu bisa kurasakan lagi
Andai waktu bisa kuputar ke belakang
Aku ingin kembali ke masa lalu

Aku ingin kembali ke masa dimana aku dan dia
menghabiskan waktu hanya berdua

Penuh dengan canda-tawa

Burung-burung pun kurasa tersenyum
Melihat kemesraan kami

Ingin aku mengulang kemesraan itu
Ingin aku melihat senyum manisnya untukku
Ingin aku mendengar tawanya karenaku

Ahhhhh
Entah kenapa.......
Aku merasa jika perpisahan itu terjadi karena kesalahanku

Sampai saat ini pun
aku masih berpikir,
Apa sebenarnya salahku padanya?
Mengapa dia memutuskan untuk berpisah?

Andai.....
Andai.....
Andai.....
Andai aku bisa mengulang masa itu
Takkan aku lakukan hal yang menurutnya itu salah
Takkan aku lakukan hal yang membuatnya memutuskan untuk berpisah

Lemah....
Lemah....
Lemah.....
Aku begitu lemah
Namun aku tak bisa memungkiri
Rasa sayang itu masih ada di hati ini

Andai dia tahu
Aku menyayanginya

Jumat, Desember 28, 2012

I don't know when

 30 November 2012

Entah kapan?


Putik
Hmmmmm
Wanita yang manis,
Wanita yang pernah mengisi hari-hariku
Mengisi ruang kosong hati ini

Bagai gula yang larut dipanasnya air
Seperti itulah kebersamaanku dengan wanita manis itu
Tak lama,
Hanya hitungan minggu

Tapi……
Sudahlah…
Kini ia telah mengisi kekosongan hati orang lain

Sedangkan aku???
Aku masih sendiri menikmati harapan akan hadirnya seorang wanita,
Wanita yang hinggap dan tinggal di hati ini
Namun…..
Entah kapan wanita itu akan dating

Sering kali aku membayangkan
Suatu saat nanti aku kembali menjalin cinta dengan dia
Ahhhhh
Hanya khayalan belaka
Tapi, apa salahnya berkhayal?

Sungguh….
Aku tak bisa membohongi hati ini
Aku masih menyayanginya

Hati ini memang tak gundah
Namun, betapa kejamnya diri ini jika melupakannya

Wajah manis itu
Senyum manis itu
Tak bisa aku lupakan

Putik
Semoga kau bahagia dengan belahan jiwamu yang baru
Aku pun berharap,
Semoga kita bisa kembali menjalin cinta

Entah kapan

Senin, Oktober 22, 2012

Carut-marut Negeriku

Dibawa Kemana??


Berantakan
Berhamburan
Sudah tak tertata
Tak pada tempatny

Dibawa kemana mahkota negeri ini?

Kemanakah janji yang dulu terucap?
Dibawa kemana harga-diri negeri?
Haruskah semua itu hilang karena di korupsi?

Kejam sekali
Tak hanya uang negara dan rakyat yang di korupsi
Harga-diri negeri pun tak luput untuk di korupsi

Demo di sana-sini
Seolah tiada henti
Korupsi di sana-sini
Dimana hati nurani?

Ohhhhh negeriku yang kucinta
Dibawa kemana makna sumpah pemuda

Ohhhhh Bapak Presiden terhormat
Di pundakmu kami sematkan
Kepercayaan untuk membangun negeri

Para penegak hukum
Kini saling menghukum
Saling bertarung
Membuat aku murung

Wahai wakil rakyat
Jangan lemahkan KPK
Tanpa mereka
Uang tak bisa merata

Aku hanya ingin negeriku damai
Tak ada lagi demo, bentrokan dan korupsi

Wahai wakil rakyat 
Gunakan hatimu
Jangan dustai janji yang terucap dari mulutmu

Selamatkan INDONESIA


*GemoGibran*

Mimpiku

Yogyakarta, 18 September 2012

Dear,
Bunga

Bunga, tadi malem aku mimpiin kamu lagi. Entah sudah berapa kali aku bermimpi tentangmu. Kalau bisa dibilang, kamu tu cewek yang paling sering hadir dalam mimpiku *ciaaaaahhhhh*. Aku senang sekali. Aku sangat bahagia. Aku tuliskan sebuah puisi untukmu, untuk mengungkapkan kebahagiaanku

Hmmmmmmm
Aku bergumam dalam bahagiaku

Aku begitu bahagia saat ini
Kau tahu mengapa?
Semalam aku bermimpi tentang dirimu
Ohhhh.....indahnya

Kita menari-nari bersama
Kau menarik tanganku 
Kau mengajakku untuk melihat indahnya taman bunga
Teriring senyum di bibirmu saat kita melewati taman itu
Sungguh indah perpaduan antara senyummu dan bunga yang merekah itu
Keindahan yang tak bisa diungkapkan oleh syair para pujangga
Keindahan yang tak bisa dilukiskan oleh goresan-goresan kuas Leonardo DaVinci
Keindahan yang hanya bisa diungkapkan oleh hati,
Lewat cinta

kau selalu tersenyum
Senyum yang menghiasi wajah cantikmu

bergetar hati ini saat bersamamu
Bahagia yang tak terkira besarnya

Kau yang hadir dalam mimpiki
Andai itu bukan sekadar mimpi
Andai itu bukan sekadar ilusi
Andai itu adalah kenyataan
 Dan aku berharap bisa menjadi kenyataan

Kau yang hadir dalam mimpiku
Aku menikmati kebersamaan itu
Meski hanya dalam mimpi

Kau yang hadir dalam mimpiku
Aku begitu bahagia karena kau hadir dalam mimpiku

Kau yang hadir dalam mimpiku
Terima kasih telah mengindahkan mimpiku
Terima kasih telah membuatku bahagia

Aku menyayangimu,
Bunga


*GemoGibran*

Untuk masa laluku

Aku bikin puisi ini pada tanggal 29 April 2012. Puisi ini berisi tentang perasaanku kepada mantanku. Bukanny gak bisa move on, tapi waktu itu aku “masih” belum bisa ngelupain dia. Tapi sekarang………….udah bisa kok J.  Semoga puisi yang aku tulis ini, gak bikin gosip baru lagi. Aku udah lupain dia. Ingat ya,Aku udah NGELUPAIN dia.

Yogyakarta, 29 April 2012

Untuk dia yang berada di seberang sana. Di pulau yang berbeda.

Ada hal yang sampai saat ini tak bisa aku lupakan
Saat dimana aku menghabiskan waktu bersamamu
Duduk berdua di trotoar, di pinggir jalan segitiga cinta
Pohon ceri itu menjadi saksi kemesraan kita
Kebersamaan yang singkat, namun tak mudah kulupakan

Kenangan bersamamu menjadi penghias hidupku
Kenangan itu terkadang membuatku senang dan tertawa
Namun, sering pula ia justru membuatk sedih

Membuatmu tersenyum adalah impianku
Senyummu adalah kado terindah yang pernah kau beri untukku

Aku begitu menyukai senyummu
Senyummu begitu manis
Senyummu……………ahhhhhh susah sekali untuk aku ungkapkan
Salah satu hal yang tak bisa aku lupakan dari dirimu adalah……..
Senyummu

Entah mengapa begitu sulit bagiku untuk melupakanmu
Meski aku telah dekat dengan wanita lain, tapi tetap sulit untuk melupakanmu
Kebersamaan singkat itu begitu membekas di hatiku
Kebersamaan singkat yang melahirkan ribuan kenangan

*GemoGibran*

Sabtu, Maret 10, 2012

This is the reality

Jika seorang bos tetap pada pendiriannya disebut konsisten.
Jika anak buah tetap pada pendiriannya disebut kaku.
Jika bos sering berubah pendapat disebut fleksibel.
Jika anak buah sering berubah pendapat disebut plin-plan.
Jika bos bekerja lambat disebut teliti.
Jika anak buah bekerja lambat disebut malas.
Jika bos cepat mengambil keputusan disebut berani.
Jika anak buah cepat mengambil keputusan disebut grusa-grusu.
Jika bos melanggar prosedur dianggap penuh inisiatif.
Jika anak buah melanggar prosedur dianggap tidak tahu aturan.
Jika bos mengatakan sesuatu itu mudah dianggap optimistis.
Jika anak buah mengatakan mudah dianggap sok tahu.
Jika bos sering mengintertaint orang, itu disebut lobby.
Jika anak buah melakukannya disebut pemborosan.

(Dahlan Iskan)

Kamis, Maret 01, 2012

Mengapa Harus yang Ini? Bukan yang Itu?

     Sebentar lagi para pelajar SMA diseluruh Indonesia akan menghadapi yang namanya "The Last Fight" alias pertarungan terakhir alias Ujian Nasional. Tepatnya tanggal 16 April 2012. Semuanya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi sang pengadil. Semua berlomba-lomba untuk mendaptkan hasil yang terbaik. Begitu pun aku. hahaha. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan hasil yang terbaik ketika ujian nanti? Semua siswa pastinya ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Bisa lulus dengan nilai yang terbaik, dengan nilai yang memuaskan. Bahkan sangat memuaskan!
    
     Three days makes us feel like in a jail. Ya, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan tentang ujian nasional, tiga hari (sebenarnya sih empat hari. Tapi ini cuma ungkapan doang) membuat kita merasa seperti di dalam penjara. Tiga hari yang akan menentukan nasib kita. Tiga hari yang akan menentukan masa depan kita. Tiga hari yang akan menentukan lulus tidaknya kita. Tiga hari yang akan menentukan hasil belajar kita selama tiga tahun. Tiga hari yang begitu membuat kita was-was akan hasil yang nanti kita peroleh, apakah memuaskan, pas-pasan atau yang terburuk, tidak lulus. Tiga hari yang tidak pernah pandang bulu. Entah pintar atau bodoh, entah malas atau rajin, semuanya sama di mata tiga hari itu. Semuanya bisa terjadi tanpa pernah kita duga sebelumnya. Mereka yang bodoh, bisa lulus ujian dengan nilai yang bisa dibilang memuaskan. Bahkan yang tidak bisa kita pungkiri adalah yang pintar sekali pun, yang merupakan langgan juara kelas pun, bisa tidak lulus ujian. Ini yang membuat mengapa tiga hari itu membuat kita merasa seperti di dalam penjara. Penjara itu tidak pernah pandang bulu. Semuanya sama (meski pada kenyataan tidak begitu).

    Tiga hari ini membuat orang tua siswa, siswa itu sendiri hingga pihak sekolah, melakukan berbagai cara anaknya atau murid didiknya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Atau paling tidak bisa lulus ujian. Ada yang memperbanyak intensitas belajar, ikut privat atau les, bimbel dan semacamnya. Ada pula yang melakukan cara CURANG. Misalnya saja, menyontek. Bahkan ada yang lebih parah dan sangat gila, yaitu membeli soal maupun menyuap panitia ujian nasional. Wah! ini nih, yang bikin Indonesia hancur. Apakah tidak ada cara yang lebih baik selain menyontek dan membeli soal? That's so crazy, Man.

    Menurutku cara yang paling baik adalah niat, berdoa, berusaha, berdoa lagi lalu bertawakal. Inilah cara yang paling baik agar bisa berhasil menempuh ujian.

    Kalau ada cara yang lebih baik darpida yang aku sebutkan tadi, beritahu aku.

    Bro, cara yang aku sebutkan di atas merupakan cara terbaik untuk menempuh ujian. Tidak ada risiko yang akan kita dapatkan. Malahan untung semua yang bakal kita dapet. Coba kalau kita nyontek. Risikonya ketauan. Bawa hp pun demikian. Meski aku pun tak bisa memungkiri kalau aku sering nyontek. hehehe. 
    
    Nah, tapi klo niat, berdoa, berusaha, berdoa lagi lalu bertawakal, risikonya apa? Gak lulus? Itu bukan risiko, Bro, tapi ada yang salah dari cara kita melakukannya. Mungkin kita tidak khusyuk. Mungkin kita tidak berusaha dengan maksimal. Atau bisa saja kita melakukan itu dengan niat yang salah. Bisa saja. Cara yang aku lakukan itu sangat mudah untuk dilakukan. That's so easy, Man.


     Pernah disuatu malam, aku ngobrol dengan temanku. Sebut saja namanya Gisworo. Dia bilang " Kenapa giliran soal yang "ini" diseriusin? Seharusnya yang diseriusin tu belajar".

     Aku kaget ketika Gisworo berkata seperti itu. Bagaimana aku tidak kaget kalau ternyata Gisworo memiliki kemauan untuk berubah dan berusaha. Padahala menurutku, Gisworo itu anak yang biasa-biasa saja, pintar tidak terlalu, bodoh pun tidak. Tapi Gisworo memiliki kemauan untuk berusaha. Belajar. Dia ingin menggunakan kemampuannya sendiri saat mengerjakan soal ujian nasional nanti. Amazing.

     Aku sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Gisworo, mengapa giliran "ini" baru diseriusin? bukannya cara belajar? Seharusnya yang kita lakukan itu mencari bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang kondusif, yg nyaman. Suasana yang membuat pikiran kita menjadi rileks sehingga mudah untuk menyerap pelajaran.

    Bro, kalau kita terus-terusan melakukan cara "ini",lama-kelamaan ini akan menjadi kebiasaan. Ini akan berdampak besar bagi kita dimasa yang akan datang datang, disaat kita berada di the real life, di kehidupan yang sebenarnya alias hidup bermasyarakat. Kalau kita kebiasaan menggunakan cara "ini", kita akan menjadi orang yang malas. Kita hanya akan mengharap bantuan dari orang lain. Sedangkan kita sendiri hanya melakukan sedikit. 

    Kita tidak mungkin mengharapkan bantuan dari orang lain terus. Ada kalanya kita mengerjakan semuanya sendiri. Why? Karena kita lebih mengerti daripada orang lain. Bukan berarti kita sombong, tapi kita yakin sama diri kita sendiri. Kita percaya dengan hasil yang akan kita dapatkan nantinya. Yakin sama diri sendiri itu beda dengan sombong lho.
   
    Inilah inti dari tulisanku kali ini. Mungkin kalian tahu maksud dari judul tulisan ini, "Mengapa Harus yang Ini? Bukan yang Itu?"

    Maksud dari judul tulisanku adalah mengapa harus cara menyontek yang diseriusin? Bukannya cara belajar? 

    Bro, masa ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan orang lain. Kita lah yang menentukan akan kemana kita nantinya. Kita lah yang memilih jalan kita sendiri. Kita lah yang tahu kemana kita akan melangkah. Mulai dari sekarang lakukanlah cara yang tadi aku sebutkan, yaitu niat, berdoa, berusaha, berdoa lagi lalu bertawakal.
  
    It's not too late for us to change our habits. We've so much time to do it. I just wanna say, "Choose your own way to reach your future. Choose your choice and believe with your choice".