KOPI PERSAHABATAN
(Karya: Gemo Gibran)
Kata orang,
Kopi yang simbok buat itu manis
Tapi saat aku mencicipinya
kopi itu sangat pahit
Sungguh aneh, tapi itulah yang aku rasakan.
Persahabatan yang aku jalani bersamamu
Layaknya kopi yang dibuat oleh simbok
Kata-katamu begitu manis terdengar
Janji-janji persahabatan begitu mudah kau ucapkan
Tapi apa yang telah kau berikan kepadaku?
Bukan gula kesetiaan yang kau seduh
Justru kopi-pahit pengkhianatanlah yang kau seduh
Kau mengkhianati gelas kepercayaan yang telah aku beri padamu
Tak pernah sekalipun aku mendengar
Kau mengangsul kopi persahabatan yang telah aku beli darimu
Dengan kesetiaan
Namun justru aku yang selalu membayarmu dengan uang kepercayaan
Masihkah aku bisa membeli kopi persahabatan di kedai hatimu?
Masihkah aku bisa membayarmu dengan uang kepercayaan?
Akankah aku menerima angsulan kesetiaan dari dirimu?
Atau haruskah aku kembali menerima kopi pengkhianatan tanpa gula kesetiaan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar